Tuesday, July 18, 2006

Telah Beredar...

Judul Buku: The Ciputra's Way,
Praktik Terbaik
Menjadi Entrepreneur
Sejati
Tebal : 162 Halaman
Penulis : Andrias Harefa dan Eben Ezer Siadari
Penerbit : PT Elexmedia Komputindo, 2006





Pada suatu hari di awal tahun lalu, Andrias Harefa mengajak saya makan siang di restoran Marche, di kawasan Kuningan Jakarta. Kami berdua memenuhi undangan Pak Antonius Tanan, salah seorang direktur pada grup Ciputra. Obrolan makan siang itu mengerucut pada satu hal, yakni untuk menulis buku tentang entrepreneurship, dengan meminjam 'kacamata' Pak Ci, sapaan akrab Pak Ciputra.

Diantara kami kala itu ada semacam kesepakatan bahwa benih-benih entrepreneurship itu harus terus disemai dengan cara yang positif. Antara lain dengan makin mendorong sebanyak mungkin orang-orang yang terbaik di bidang ini membagikan pengalaman dan pandangannya.

Saya kira semua orang tahu siapa Pak Ci. Salah satu taipan properti di Tanah Air yang kepeloporan dan inovasinya sudah banyak dipuji. Kesadaran akan hal itu lah saya kira yang membuat Andrias Harefa dan saya tak berpikir panjang untuk menerima tawaran itu. Seandainya tanpa diminta pun, jika Pak Ci memang mau menyediakan waktunya, kami pasti ingin menulis sesuatu tentang Pak Ci. Apalagi kini ada tawaran yang begitu menggiurkan. Mengapa tidak?

Pak Anton dan kami sejak awal sepakat bahwa buku ini bukan lah buku biografi Ciputra. Ini adalah buku tentang motivasi dan wawasan menjadi entrepreneur berlandaskan pengamatan empiris terhadap pengalaman dan langkah-langkah Pak Ci. Itu sebabnya, dalam semua wawancara dengan beliau, dalam membaca aneka literatur tentang Pak Ci dan tentang entrepreneurship, yang kami gali selalu mengenai hal itu. Tentang bagaimana dulu Pak Ci memulai langkah ketika menjadi entrepreneur, tantangan apa saja yang dihadapi dan pelajaran apa saja yang banyak diambil dari sana.

Dari sana lah Andrias Harefa dan saya kemudian menuliskannya, dengan merujuk pada berbagai literatur pendukung. Kami menghabiskan ratusan jam waktu mendampingi, berdiskusi dan mewawancarai Pak Ci, membaca tak kurang dari 30 buku plus penulisan dan penyuntingan yang memakan waktu lebih dari enam bulan. Sebagian besar diantaranya adalah akhir pekan, sebagian lagi pada saat istri dan anak-anak kami sudah terlelap.

Pak Antonius Tanan, dalam pengantarnya, antara lain menulis begini:

"Saya sangat bersukacita menyambut terbitnya buku ini. Betapa tidak, kaena saya terlibat penuh mengawal proses persiapan, penulisan hingga penerbitan buku ini. Namun sukacita saya terbesar bukan itu. Yang membuat saya lebih tersenyum lebar adalah keyakinan kuat bahwa isi buku ini akan memberi manfaat besar untuk membangkitkan dan mengobarkan semangat entrepreneurship di Indonesia.

Saya teringat beberapa tahun lalu ketika Ir. Ciputra menjadi salah satu pembicara di sebuah seminar di Jakarta bersama Dr.Ir. Didik J. Rachbini. Pak Didik, ekonom nasional kita mengatakan alangkah baiknya bila kehidupan Pak Ciputra dapat 'dibuka', 'diteropong' dan 'ditelaah' layaknya sebuah objek dalam penelitian laboratorium lalu hasil kajiannya ditulis dalam sebuah buku dan dapat dibaca di perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia.

Saya ingin mengatakan bahwa itu lah sesungguhnya yang telah dilakukan oleh penulis buku Sdr Andrias Harefa dan Eben Ezer Siadari terhadap Ir. Ciputra. Di antara berbagai kesibukan Ir. Ciputra ternyata beliau dengan senang hati membuka diri untuk 'dibuka,' 'diteropong' dan 'ditelaah' layaknya dalam penelitian oleh para penulis ini. Kajian dan tulisan para penulis buku ini sangat berharga karena penuh dengan pencerahan serta membangkitkan motivasi. Selain itu Anda juga dapat menikmati gaya penulisan yang padat, segar dan enak dibaca…."


Membaca sambutan Pak Antonius itu, tentu saja saya gembira dan berterimakasih pula. Sebab selain dengan Pak Ci, dengan Pak Anton lah kami banyak menghabiskan waktu berdiskusi. Beliau pula yang membantu kami menyediakan sejumlah literatur.

Terimakasih yang tiada terhingga saya ucapkan kepada Pak Ci atas kesempatan yang dia sediakan kepada kami untuk menggali pandangan-pandangannya. Kegesitan dan energinya yang seolah tak pernah habis, kadang-kadang membuat saya putus asa apakah saya bakal bisa menangkap pikiran-pikiran dan kesempurnaan yang diinginkannya.

Lalu kepada Pak Ang Tek Khun dari Penerbit Gradien, saya juga berterimakasih karena semula Penerbit Gradien lah yang akan menerbitkan naskah ini. Berkenalan dengan beliau, walau hanya lewat email dan SMS, adalah pelajaran dan pengalaman yang berharga. Juga kepada PT Elexmedia yang akhirnya menjadi penerbit buku ini.

Tentu, saya merasa berutang besar dan berterimakasih tak terkira kepada Andrias Harefa yang mempercayai saya sebagai mitra kerjanya dalam menulis buku ini. Pengalaman yang menyenangkan. Selain karena usia kami yang mungkin tak terpaut jauh, juga karena sifat ngemongnya yang luar biasa. Barangkali dia sudah punya banyak pengalaman menghadapi orang Batak yang norak seperti saya, karena setahu saya, istrinya adalah boru Hutapea.

Tulisan saya ini bukan resensi. Sebab kalau saya yang meresensi buku saya sendiri, itu bakal seperti guyonan Joshua tempo hari: Jeruk makan jeruk :-). Jadi bila ingin tahu apa isi buku ini, silakan datang lah ke toko buku.

Tabik,

Eben

4 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. Alo... bang. Salam kenal. Bisa dapat tanda tangannya gak?

    ReplyDelete
  3. Anonymous8:45 PM

    Ben, congrat bro! Impianmu nulis buku akhirnya kesampean juga. Gimana, udah kerasa enaknya atau nggak enaknya? Welcome to the club ya? Kapan-kapan, bagi-bagi sedih dan senangnya. (Jgn kuatir, royaltinya takkan kuminta kok:-))

    ReplyDelete
  4. Anonymous8:46 PM

    Ben, congrat bro! Impianmu nulis buku akhirnya kesampean juga. Gimana, udah kerasa enaknya atau nggak enaknya? Welcome to the club ya? Kapan-kapan, bagi-bagi sedih dan senangnya. (Jgn kuatir, royaltinya takkan kuminta kok:-))

    Bandi

    ReplyDelete

Sampai jumpa lagi...

Sampai jumpa lagi...