Thursday, August 03, 2006

Nama-nama Bayi Simalungun



Salah satu kegembiraan manakala menerima surat undangan pernikahan adalah menyimak nama sang mempelai dan nama-nama pengundangnya. Ada excitement ketika kita akhirnya tahu, oh, itu toh nama panjangnya si itu………

Misalnya, saja, ada teman sekantor yang sehari-hari kita tahu namanya cuma Ayi. Eh, tahu-tahu di surat undangan itu nama lengkapnya ternyata hanya sedikit saja lebih pendek dari ikat pinggang orang dewasa: Ayola Putri Manowahyuni Reksodiharjo Siswoyo. Wah, salut saya. Apa dia sendiri bisa hafal namanya itu?

Begitu pula saat mengikuti ibadah Minggu manakala ada anak-anak yang dibaptis. Untuk mengatasi rasa bosan mengikuti ritual yang panjang dan agak bertele-tele itu, saya berusaha menghibur diri dengan menyimak nama-nama baptis mereka, yang umumnya unik dan kelihatannya dirumuskan dengan mengerahkan kreatifitas yang tak main-main. Saya selalu terhibur.

Saya ingat adik saya. Seorang yang biasa-biasa saja, sama seperti orang Batak Sarimatondang yang norak seperti saya. Ketika putrinya lahir, berkali-kali saya mencoba mengSMS, menawarkan nama yang menurut saya antik. Saya bersemangat betul menyediakan nama, karena saya sangat gembira akhirnya adik saya itu menikah juga dan sudah pula menambah cucu bagi ayah dan ibu saya. Itu artinya, sudah bertambah nih yang jadi 'mainan' bokap dan nyokap saya, bukan lagi cuma putri saya.

Tapi tak satu pun saran nama dari saya yang ia terima. Rupanya ia sudah menyediakan nama yang, saya akui, di luar yang saya bayangkan. Sebab, unik. Artinya pun bisa ditafsirkan macam-macam yang kesemuanya indah. Putrinya itu diberi nama, Lidya Primasari. Konon, nama Lidya itu adalah sumbangan dari ibu saya di kampung halaman. Prima artinya kuat. Sari artinya inti atau bibit. Dan bila kesemuanya dipanjangkan, yakni Lidya Primasari, artinya adalah: pada bulan Ju(LY)(DIA)nugerahi(PUTRI)perta(MA)ek(SA)hotma(RI)da. Adik saya itu namanya memang Eksa. Istrinya, Hotmarida. Dan putrinya lahir di bulan Juli.

Wah, cemburu saya. Saya yang rada-rada merasa diri seniman amatir ini, gak punya daya imajinasi bikin nama seaneh itu. Lho, kok dia yang sehari-hari bekerja jadi 'orang gajian' di Aceh sana, bergelut dengan semen, pasir dan kayu, kok bisa-bisanya lho, mikir macam-macam untuk nama putrinya itu….. Alangkah tak terduganya manusia, ya?

Shakespeare terkenal dengan kata-kata, What's in a name? That which we call a rose by other name would smell as sweet. Tapi saya agak kurang setuju dengan beliau dalam soal ini. Memang sebuah nama tidak selalu bisa mewakili penyandang nama itu. Seperti khotbah Pdt Bambang Sutopo tempo hari di sebuah kenduri syukuran pensiunnya seorang kerabat. Kata dia, bila kita buka buku telepon dan mencari nama Bambang, pasti ada ribuan nama Bambang di sana. Jika kita baca koran, yang bernama Bambang juga bakal banyak sekali. Mulai dari pejabat hingga perampok, kemungkinan besar ada. Begitu juga dengan nama yang dari Alkitab. Yang memakai nama Paulus, misalnya, tidak selalu orang baik-baik. Sama seperti orang bule yang berakhiran nama Rich, belum pasti ia orang kaya.

Tapi dengan segala penjelasan itu, bukan berarti sebuah nama tak penting. Saya percaya, sebuah nama bagi seseorang sangat lah berharga. Saya hampir pasti pula ketika nama itu dirumuskan, ia adalah hasil pemikiran dan pertimbangan yang serius. Bahkan nama menurut saya adalah juga cerminan pengharapan. Pengharapan bagi masa depan si penyandang nama mau pun orang-orang di sekitar dia.

Bila kita berselancar di internet, kita akan menemukan beberapa situs penyedia nama bayi. Ada yang dalam Bahasa Inggris ada yang dalam Bahasa Indonesia. Nama-nama itu bisa digali dari aneka bahasa dan bangsa. Inggris, Jerman, Amerika, Arab dan Jawa dan sebagainya. Anehnya, sampai hari ini, saya belum pernah menemukan daftar nama-nama bayi yang berasal dari Bahasa Simalungun, sebuah suku dari rumpun Batak, yang adalah suku dari ibu saya.

Padahal, menurut saya, nama-nama dari bahasa ini tak kalah menarik dan indahnya. Misalnya, di sebuah milis bernama barita-simalungun@yahoogroups.com, saya pernah membaca nama: Rossi Magira. Antik, bukan? Artinya dalam Bahasa Simalungun adalah: Hingga kelak (selamanya). Ada satu lagi nama yang tak berhenti saya mengagumi penciptanya. Karena nama itu, menurut saya, indah dan kreatif betul. Yakni: Anju Dearmanto. Anju berarti membujuk, menerima dengan pengertian. Dear berarti baik. Anju Dearmanto berarti gabungan dari pengertian menerima, memahami dengan baik. Ehm. Begitulah kira-kira.

Itu sebabnya, hampir setahun lalu, saya pernah bercita-cita membuat daftar nama-nama dari Bahasa Simalungun. Menurut saya, selain untuk ikut melestarikan dan mempromosikan Bahasa Simalungun, nama-nama itu juga tak kalah indah dengan nama-nama dari suku bangsa lain. Apalagi, saya tahu, makin banyak kalangan muda yang mencoba menggali lagi keunikan nama-nama dari khasanah suku bangsanya. Sebagian orang, mencoba menggabungkan nama dari tradisi dengan nama modern. Misalnya, almarhum Mubyarto, ekonom terkenal itu. Karena kekagumannya kepada Gunnar Myrdal, ekonom peraih hadiah nobel, maka jadilah nama anaknya Gunnarwanto. Merupakan paduan antara nama pemenang nobel itu dengan nama Jawa. Antik.

Sayangnya, cita-cita saya mengumpulkan nama-nama Simalungun itu tak tergolong berhasil. Tidak banyak yang bisa saya dapat. Terutama karena pengetahuan saya sangat terbatas. Meskipun demikian, saya banyak belajar dari pencarian itu karena ternyata ada banyak 'ilmu' yang bagi saya baru, tetapi sesungguhnya itu sudah jadi 'klasik' di kalangan Simalungun.

Misalnya, dari teman-teman diskusi di milis gkps@yahoogroups (yang sayangnya sudah raib), saya akhirnya tahu bahwa orang Simalungun dalam merumuskan nama bagi anaknya, dulu sekali, mempunyai beberapa kebiasaan. Yang dituturkan oleh Jaberkat Purba bisa sebagai contoh. Menurut beliau, salah satu kebiasaan para orang-orang tua zaman dahulu memberi nama adalah dengan menyesuaikannya dengan situasi ketika sang bayi dilahirkan dan juga harapannnya pada sang bayi. Selanjutnya situasi dan harapan itu dipoles lagi dengan tambahan awalan atau akhiran tertentu.

Misalnya, ada akhiran man, ter, nus, sen, son dan lain-lain lazim digunakan untuk bayi laki-laki. Sen, misalnya, berarti uang dalam Bahasa Simalungun. Dengan pengharapan sang bayi kelak punya banyak sen atau uang. Untuk perempuan, biasanya ada akhiran nim, ana, ani, ari, ria dan lain-lain.

Itulah sebabnya, kita tak asing lagi pada nama-nama orang Simalungun semisal Juliaman, Juliater, Romansen (roh ma 'sen=semoga uangnya datang/berlimpah ), Ramenson (agar bertambah ramai), Pariaman (masa pariama atau masa panen),Rohmainim, Hasianna (anak hasian atau anak kesayangan), Meiriani, Rohdearni (bertambah indah), dan lain-lain.

Konon dulu, ketika akan memilih nama bagi sang bayi, calon nama-nama yang ditulis di dalam kertas, dimasukkan ke dalam balbahul, yakni semacam kantong yang terbuat dari anyaman pandan yang berisi beras. Kemudian kantong itu diguncang-guncang sehingga calon nama-nama yang sudah dimasukkan itu teracak secara random. Setelah itu, salah satu calon nama diambil. Dan nama yang muncul, itu lah yang disematkan kepada sang bayi.

Selain mengikuti situasi saat si bayi lahir, ada juga pertimbangan lain dalam memberi nama pada si bayi. Menurut Jankhandi Saragih, salah seorang kawan diskusi, nama-nama Simalungun yang asli, konon masih memperhitungkan strata sosial yang berlaku saat itu. Menurut beliau, di Simalungun ada tiga strata antara lain:

1. Parbapaon atau parTuanon untuk kaum elit atau kelompok bangsawan
2. Partongah untuk kaum cerdik cendekiawan, biasanya para penasihat raja.
3. Hatoban atau rakyat jelata.

Biasanya untuk kaum bapa (laki-laki) berawalan Ja atau Jan misalnya: Jaurung, Jamariah, Jan Toguh, Jan Kandi. Atau berakhiran an,en seperti : Rayaman, Sarmuliansen

Untuk perempuan biasanya berahiran Nim : Dongmalonim, Horainim, Bungainim

Seiring dengan majunya pendidikan dan wawasan, tampaknya kreatifitas menciptakan nama Simalungun itu pun maju dengan pesat. Ada yang masih mengikuti pola baku yang lama, namun tak sedikit yang mencoba membuat eksperimen. Semisal nama Rohdearni (Bertambah indah), Ramaijon (Sudilah kiranya di sini) dan sebagainya. Saya sendiri sangat senang dengan nama Andohar (semoga) yang dalam imajinasi saya, Semoga dalam pengertian ini adalah semoga yang serius, yang penuh pengharapan. Bukan semoga dalam arti 'mudah-mudahan,' yang sering kita sodorkan untuk menjawab ketidak yakinan.

Setelah berbulan-bulan mengumpulkan nama-nama itu, hanya beberapa saja yang saya bisa dapat, seperti yang saya urutkan di bawah ini. Semua nama ini, menurut saya indah, baik dan penuh pengharapan. Lebih dari itu, saya juga percaya, nama-nama ini adalah nama yang dirumuskan dengan sepenuh hati, sepenuh ketulusan dan dengan doa, tentu.

Bagi yang tengah mencari, selamat berburu nama indah. Semoga menemukan pencerahan.

Nama Simalungun dan artinya.
Asi : Berlaku (?), Kasih (?)
Arga :bernilai
Bona: Pangkal, awal
Dasni:Sampainya
Dear (Dearmanto): Baik
Djatongon: benar
Dongmalonim:adalah. Nim adalah sebutan kepada perempuan
Horainim: kamu mau ( ho ra). Nim sebutan kepada perempuan
Bungainim: Bunga
Dosni:serupa
Hamonangan:kemenangan
Hasianna:Anak kesayanganNya
Hasiholan:kerinduan
Hasoman:Teman/rekan
Holong:Kasih
Horasdia :Horas
Horasman: Horas. Man nama untuk pria.
Lihar (Liharson):Terang
Mariah:ramai
Pahala:Pahala
Pariaman: Musim panen
Risdo:penuh
Romansen: Roh ma sen. Semoga uangnya banyak
Ramenson: ase roh ramei ni, agar bertambah ramai.
Rohmainim:Datang lah nim
Rohdearni:Makin lebih baik
Saut (Martuah):Jadi/terkabul
Sahman: pasti
Tuahsen (Tuahson):Berkat

3 Agustus 2006
© eben ezer siadari

5 comments:

  1. klo boleh tau, bagaimana cara join milis nya? saya tidak begitu mengerti.

    ReplyDelete
  2. saya punya teman baik orang simalungun namanya HAPORSAYAON Purba.
    bagus juga namanya ya.

    ReplyDelete
  3. Nice article, dapat dari googling.
    Kian saya bernama Horasdia, tapi beda dengan apa yang anda tuliskan, katanya nama itu singkatan dari Horas Do ia, yang menurut Nenek saya diberikan Kakek saya dengan maksud mensyukuri kelahiran puteranya... yang pada saat itu kira2 berkata: "Horas do ia!"
    Kebetulan kakek saya juga namanya Horasma.
    Tapi Kian saya itu sampai sekarang belum memiliki anak dengan unsur nama Horas.

    ReplyDelete
  4. Dear Saragih,
    Selamat datang, terimakasih telah berkunjung dan terimakasih pula atas tambahan informasinya.

    Bagi yang ingin memahami Bhs Simalungun, Horas do ia kira-kira berarti: Sejahtera lah dia. Dapat pula diartikan, Dia memang telah Sejahtera.

    Thanks,
    Eben

    ReplyDelete
  5. saya ada kenalan seorang bapak bernama doloksen sitepu. kalau melihat tulisan bang ben (dolok = gunung, sen = uang) berarti kira-kira artinya gunung uang dong ya? :)

    ReplyDelete

Sampai jumpa lagi...

Sampai jumpa lagi...