Wednesday, December 24, 2008

Ya, Santa Claus Memang Benar-benar Ada!


(Tulisan ini sudah pernah dimunculkan di blog ini, 20 desember 2006. Tapi dimunculkan lagi untuk Natal kali ini. Untuk merayakan bahwa keajaiban-keajaiban kecil, selalu mampir bagi yang mempercayainya. Merry Christmas, dear all....)

Peristiwa itu terjadi 109 tahun lalu. Surat Kabar The New York Sun menerima surat dari seorang anak kecil berumur 8 tahun. Namanya Virginia O' Hanlon. Anak ini dibimbangkan oleh cerita kawan-kawannya yang mengatakan bahwa Santa Claus itu tak benar ada. Santa Claus menurut kawan-kawannya cuma cerita isapan jempol saja. Dan karena penasaran, Virginia menanyakannya kepada ayahnya. Sayangnya ayahnya malah menyarankan agar ia menyurati The Sun, koran yang membuka layanan tanya-jawab dengan pembacanya. Lalu Virginia pun menuruti nasihat ayahnya. Ia berkirim surat ke koran itu.

Surat anak kecil itu ternyata ditanggapi serius. The Sun bahkan memutuskan agar seorang redaktur veteran bernama Francis P. Church diundang untuk menjawab pertanyaan tadi. Church diundang karena ia lah satu-satunya redaktur yang dianggap berkompeten untuk menjawab masalah-masalah yang berhubungan dengan teologi. Ayahnya adalah seorang pemimpin gereja Baptis. Tak tanggung-tanggung, The Sun meminta Church menjawab surat Virginia itu melalui rubrik Editorial.

Sebagaimana mungkin sudah banyak orang tahu, rubrik Editorial dalam setiap koran atau majalah adalah rubrik yang penting walau pun ia sering tidak populer. Melalui rubrik itu pembaca mengetahui bagaimana sikap sebuah koran atas suatu masalah yang sedang hangat di masyarakat. Bahkan pemilihan isu yang diangkat pada rubrik itu pun, sesungguhnya merupakan cermin dari sikap koran tersebut akan gentingnya suatu masalah.

Rubrik Editorial juga menggambarkan prestise sebuah koran. Tidak mengherankan bila ia kerap diolah dalam bahasa tingkat tinggi. Penuh dengan kehati-hatian. Bahkan tak jarang, karena begitu tingginya kewaspadaan bersikap, sebuah tulisan editorial jadi terasa terlalu netral. Dingin, dan terkesan tak ingin menyakiti siapa-siapa. Begitu subtilnya pesan yang disampaikannya sehingga seringkali hanya orang-orang tertentu saja yang dapat menangkap maksudnya.

Bukan demikian halnya dengan Editorial yang dimuat oleh The Sun pada 109 tahun lalu itu. Ia bukan contoh Editorial yang netral. Ia bahkan sudah tegas dan jelas sejak dari judulnya, yang berbunyi: YES VIRGINIA, THERE IS A SANTA CLAUS. Ya, Virginia. Santa Claus Memang Ada.

Lebih dari itu, keberanian The Sun menampilkan isu tentang Santa Claus pada rubrik Editorial, tampaknya menjadi cerminan kepedulian mereka yang luar biasa besar kepada pertanyaan-pertanyaan lugu tetapi menyentuh. Apalagi pertanyaan itu datang dari anak kecil, yang sering menanyakan yang aneh tetapi karena itu pula sering dianggap remeh.

Rupanya, gabungan antara ketegasan dan dan kepedulian, telah membuat YES VIRGINIA, THERE IS SANTA CLAUS disukai orang. Terbukti, itulah salah satu Editorial yang paling populer yang pernah ditulis di koran mana pun. Sampai 50 tahun sejak tulisan itu muncul, bahkan ketika koran The Sun pun akhirnya tutup, YES VIRGINIA, THERE IS SANTA CLAUS masih tetap dicetak ulang dan terus dibicarakan. Tulisan itu jadi klasik, dan dugaan saya, ia selalu menjadi ilustrasi yang tak pernah terlewatkan manakala seorang wartawan diberi pelajaran bagaimana menulis Editorial.

Beginilah selengkapnya bunyi Editorial yang termuat pada The New York Sun 1897 itu.

YES VIRGINIA, THERE IS A SANTA CLAUS


We take pleasure in answering thus prominently the communication below, expressing at the same time our great gratification that its faithful author is numbered among the friends of The Sun:

Dear Editor—
I am 8 years old. Some of my little friends say there is no Santa Claus. Papa says, “If you see it in The Sun, it’s so.” Please tell me the truth, is there a Santa Claus?
Virginia O’Hanlon


Virginia, your little friends are wrong. They have been affected by the skepticism of a skeptical age. They do not believe except they see. They think that nothing can be which is not comprehensible by their little minds. All minds, Virginia, whether they be men’s or children’s, are little. In this great universe of ours, man is a mere insect, an ant, in his intellect as compared with the boundless world about him, as measured by the intelligence capable of grasping the whole of truth and knowledge.

Yes, Virginia, there is a Santa Claus. He exists as certainly as love and generosity and devotion exist, and you know that they abound and give to your life its highest beauty and joy. Alas! how dreary would be the world if there were no Santa Claus! It would be as dreary as if there were no Virginias. There would be no childlike faith then, no poetry, no romance to make tolerable this existence. We should have no enjoyment, except in sense and sight. The external light with which childhood fills the world would be extinguished.

Not believe in Santa Claus! You might as well not believe in fairies. You might get your papa to hire men to watch in all the chimneys on Christmas eve to catch Santa Claus, but even if you did not see Santa Claus coming down, what would that prove? Nobody sees Santa Claus, but that is no sign that there is no Santa Claus. The most real things in the world are those that neither children nor men can see. Did you ever see fairies dancing on the lawn? Of course not, but that’s no proof that they are not there. Nobody can conceive or imagine all the wonders there are unseen and unseeable in the world.

You tear apart the baby’s rattle and see what makes the noise inside, but there is a veil covering the unseen world which not the strongest man, nor even the united strength of all the strongest men that ever lived could tear apart. Only faith, poetry, love, romance, can push aside that curtain and view and picture the supernal beauty and glory beyond. Is it all real? Ah, Virginia, in all this world there is nothing else real and abiding.

No Santa Claus! Thank God! he lives and lives forever. A thousand years from now, Virginia, nay 10 times 10,000 years from now, he will continue to make glad the heart of childhood.


***

Menurut catatan, Francis P. Church sang penulis editorial itu, saat kejadian itu sudah 20 tahun bekerja di The Sun. Lazimnya, tugasnya adalah sebagai penulis editorial anonim. Namanya tidak pernah dituliskan di belakang tulisannya karena sebagaimana aturannya, Editorial merupakan sikap resmi koran dimaksud. Ia bukan pendapat pribadi walau pun ia sebetulnya karya pribadi juga.

Church dikenal sebagai orang yang tak banyak basa-basi. Motto hidupnya adalah: "Kerja keras akan menghalau keraguan pikiran mu." Maka ketika surat Virginia itu sampai ke tangannya yang berisi pertanyaan, "apakah Santa Claus memang Ada?" ia merasa tak bisa menghindari dari pertanyaaan itu. Ia harus menjawabnya dan harus menjawabnya dengan jujur.

Ia memang melakukannya. Ia duduk di kursinya, menulis apa yang ia yakini benar, dan jadilah sebuah Editorial paling populer sepanjang sejarah. 'Keajaiban' juga seolah terjadi pada dirinya setelah munculnya YES VIRGINIA, THERE IS A SANTA CLAUS. Church ketemu jodohnya dan menikah hanya beberapa waktu setelah Editorial yang mencengangkan itu terbit. Church meninggal sembilan tahun kemudian tanpa meninggalkan keturunan.

Sedangkan Virgina O' Hanlon memilih bekerja sebagai guru seusai ia meraih gelar Masternya dari Columbia University. Sampai ia pensiun sebagai kepala sekolah, ia masih kerap menerima surat-surat yang menanyakan perihal 'surat Santa Claus'nya itu. Dan Victoria menjawab setiap pertanyaan sambil tak lupa melampirkan salinan Editorial di harian The Sun tersebut. Virginia berpulang pada 19 Mei 1971 pada usia 81 tahun di sebuah rumah jompo di Valatie, New York.

Selamat menyambut Natal!

(c) eben ezer siadari

Catatan:
* Sebagian besar bahan tulisan ini diambil dari YES VIRGINIA, THERE IS A SANTA CLAUS dan dapat dilihat di: http://urbanlegends.com

5 comments:

  1. Met Natal & Tahun Baru Ben, semoga makin sukses tahun 2007. Salam manis buat keluarga di rumah.

    ReplyDelete
  2. Met natal & taon baru ya! Semoga kebahagiaan dan berkah menyertai kita sepanjang tahun yg baru :)

    Terlepas dari posting ini, saya memang percaya kok saya itu ada :D

    ReplyDelete
  3. Rose van Maurik1:52 PM

    Hai Bot,

    Selamat thn baru 2007, agak terlambat sih, tapi lebih baik daripada tdk sama sekali, iya enggak??? Sehat2, murah rejeki dan makin banyak ketawa yah!!
    Salam sama si Marty dan mamanya juga yah!!!
    Bot, ada famili di Belanda ygt namanya Josefina Manalu yah, katanya abangnya namanya Lukas, dia tinggal dekat rumah saya.

    Groeten van uit Nieuwegein,

    Rose van maurik Purba

    ReplyDelete
  4. Selamat Natal dan Tahun Baru......

    ReplyDelete
  5. cellvin candra1:02 AM

    Selamat hari raya natal dan tahun baru!

    ReplyDelete

Sampai jumpa lagi...

Sampai jumpa lagi...