Tuesday, May 29, 2007

Surat dari Penulis 'Rahasia Sukses Ngutang'



Pertama kali kami berjumpa dalam sebuah seminar. Di waktu rehat kopi, kami berbincang-bincang. Pria muda klimis itu bercerita tentang aktivitasnya yang sudah lama ia tinggalkan, yakni menulis. Lalu saya menawarkan bagaimana kalau ia mencoba mengirimkan tulisannya di majalah tempat saya bekerja. Ia setuju. Beberapa hari kemudian naskah tulisannya sudah tiba di kantor kami.

Itu kejadian beberapa bulan silam.

Beberapa hari lalu, di meja saya sudah tergeletak sebuah bungkusan. Isinya sebuah buku. Bersama dengan buku itu ada surat yang diketik dengan komputer. Pengirimnya Fajar S. Pramono, pria yang berbincang-bincang di acara rehat kopi di sebuah seminar tempo hari. Suratnya begitu santun dan berbunga-bunga, membuat hati saya melambung sekejap untuk selanjutnya terjaga dan berkata dalam hati, terlalu berlebihanlah bila pria ini sampai merasa berutang hanya karena urusan tetek bengek seperti yang ia ceritakan. Tapi, bohong pula lah saya, bukan, kalau saya katakan saya tak senang dielus-elus, seperti dalam surat ini?


Pak Eben, berbarengan dengan surat ini saya kirimkan buku Rahasia Sukses Ngutang di Bank, Kiat Jitu Memanfaatkan Bank untuk Mengembangkan Usaha, sebuah karya buku pertama sekaligus tonggak monumental bagi saya dalam tulis-menulis.:-)

Jujur, sebagaimana yang saya tulis dalam Bab Pendahuluan saya dalam buku tersebut, saya harus mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada Pak Eben karena Pak Eben-lah yang telah melecut keinginan menulis saya. Sebuah 'pekerjaan' yang telah lama saya tinggalkan.

Saya masih ingat pertemuan pertama dengan Pak Eben di Hotel Acacia dalam seminar Memulai Usaha secara Cepat dan Tepat yang majalah DUIT! selenggarakan pada 18 Januari 2007 lalu. Di situ lah saya bertemu dengan Pak Eben, bercerita tentang kemungkinan menulis kembali sampai pada akhirnya Pak Eben benar-benar mewujudkannya dengan memberikan kesempatan kepada saya untuk mengisi rubrik Kolom Bebas.

Dari situ tulisan saya kembali bermunculan di media. Seperti di koran SINDO, harian SOLOPOS, Majalah Wirausaha & Keuangan, serta majalah PENGUSAHA. Saya merasa hal tersebut belum tentu bisa terjadi dalam kurun waktu secepat ini jika saya tidak bertemu Pak Eben pada waktu itu.

Termasuk di dalamnya adalah terbitnya buku ini. Buku ini sangat mungkin tidak akan lahir jika lecutan gairah menulis itu tidak tumbuh ketika bertemu Pak Eben. Saya menilainya sebagai sebuah anugerah yang tak terhingga. Karenanya sekali lagi saya ingin mengucapkan terimakasih, thanks, thanks and thanks yang sedalam-dalamnya kepada Pak Eben. Saya tidak tahu bagaimana harus membalasnya...

Fajar S. Pramono


Fajar S. Pramono adalah seorang manajer pemasaran sebuah cabang bank BUMN di Jakarta. Menulis sudah ia geluti sejak masih di bangku kuliah. Itu sebabnya saya tak ragu lagi ketika sepintas saja dalam pertemuan singkat tempo hari saya mendorongnya menulis, menggeluti lagi dunia yang sempat ia tinggalkan.

Buku yang dihasilkannya ini, dalam hemat saya, adalah sebuah hasil dari kecintaan pada dunia menulis, pemahaman akan bidang yang digelutinya sehari-hari, pengalaman berwirausaha lengkap dengan jatuh-bangunnya ketika merintis sejumlah bisnis pribadinya, plus ketekunan untuk mengetuk tiap kesempatan yang ada. Kombinasi hal-hal itu lah yang membuat buku itu tercipta. Dan karena itu dalam hati saya berkata Fajar tak berutang kepada siapa-siapa. Ia hanya berutang kepada 'sang Semangat' yang telah mendorong dan memberinya jalan.

Buku ini ditulis dengan bahasa yang renyah, dengan sudut pandang seorang praktisi perbankan yang sudah akrab dengan pertanyaan-pertanyaan nasabahnya. Dugaan saya buku ini ditujukan kepada para nasabah yang secara serius ingin berhubungan dengan bank terutama untuk mendapatkan pinjaman, tetapi belum punya pengalaman yang memadai. Buku ini, menurut saya, sangat membantu dalam hal itu.

Satu saja saran saya kepada siapa pun yang membaca buku ini. Jangan mau berhenti hanya pada judulnya dan lantas menganggap ‘sukses mendapatkan utang’ adalah segalanya. Telisik lah halaman demi halaman buku ini. Niscaya kita akan segera disadarkan. Bahwa berutang itu hanya dan hanya akan berguna jika dijalankan pada aktivitas yang produktif. Di luar itu, pikir-pikir dulu.

Terimakasih banyak Mas Fajar, untuk pencerahan ini. Saya masih akan menunggu lagi buku-buku karyanya yang lain. Tak harus yang gawat-gawat seperti dalam buku ini. Sebab setahu saya, Mas Fajar juga sering menulis perihal film, buku dan hal remeh-temeh di sekitar kita. Itu juga harapan saya akan ia bukukan dan jadi pencerah bagi banyak orang.

No comments:

Post a Comment

Sampai jumpa lagi...

Sampai jumpa lagi...