Sunday, December 23, 2007

Away in A Manger



Dari pekarangan yang digenangi oleh salju dan ditumbuhi pohon-pohon meranggas digelayuti es, tampak kaca-kaca jendela yang tertutup memantulkan cahaya pohon terang dari dalam rumah. Dingin di luar ini, tetapi kehangatan terasa menjalar dari dalam sana.

Lalu sayup-sayup terdengar suara paduan suara anak-anak. Bening, khidmat, murni. Saya yang terduduk di kursi tak bisa tidak terhenyak sejenak. Kenapa sih sebuah lagu dapat demikian menyihir?. Tanpa gembar-gembor, tanpa reklame, dan tanpa promo tour yang makan uang miliaran?

Yang saya maksudkan adalah lagu Natal yang berjudul Away in A Manger dalam sebuah scene film. Dua tahun lalu (kalau saya tidak salah) saya mendengarnya secara sepintas, sebagai suara latar dalam sebuah film yang diputar di televisi. Saya lupa apakah film yang saya maksudkan itu berjudul Home Alone (Lupa pula saya Home Alone keberapa) atau My Mom Kiss the Santa (atau judul yang kira-kira berbunyi begitu lah). Yang pasti, Away in A Manger begitu saja menghipnotis saya untuk duduk terdiam. Membayangkan aneka warna hal tentang Natal. Tentang kesederhanaan, tentang pengorbanan, tentang ketaatan pada sesuatu yang mungkin belum sepenuhnya kita mengerti, dan last but not least, tentang pengharapan. Lalu pemandangan dingin bersalju di halaman, pohon-pohon yang meranggas tetapi kuat di musim gugur itu, lambat laun terasa dijalari rasa hangat juga oleh kerlap-kerlip lampu dari balik jendela-jendela kaca.

Away in A Manger

Away in a manger, no crib for a bed,
The little Lord Jesus laid down his sweet head.
The stars in the sky looked down where he lay,
The little Lord Jesus asleep in the hay.

The cattle are lowing, the baby awakes,
But little Lord Jesus no crying he makes.
I love Thee, Lord Jesus, look down from the sky
And stay by my cradle til morning is nigh.

Be near me, Lord Jesus, I ask Thee to stay
Close by me forever, and love me, I pray.
Bless all the dear children in thy tender care,
And take us to heaven, to live with Thee there.



Di Kidung Jemaat No 102, syair lagu ini ditulis sbb:


Di dalam palungan tiada yang lain
Terbaring lah Yesus berbalutkan kain
BintangNya di langit mengkilap terang
Dan Yesus tertidur lelap dan tenang

Ternak bersuara membangunkanNya
Tetapi sang Bayi tiada resah
Ya Yesus sekarang hatiku tentram
Engkaulah Temanku di malam kelam

Ya Yesus Tuhanku dengar doaku
Tetaplah sertaku dengan kasihMu
Semua anakMu berilah berkat
Dan hidup sertaMu di sorga kelak

(Kidung Jemaat, 102, terjemahan Yamuger)


Menurut Wikipedia, Away in A Manger pertama kali dipublikasikan pada 1885 lewat buku Lutheran Sunday School karangan James R. Murray. Meskipun demikian siapa pengarang dua bait pertama lagu ini hingga sekarang masih tetap anonim.

Ada dua versi melodi lagu ini; versi Cradle Song umum digunakan di Inggris sedangkan versi 'Mueller' digunakan di Amerika Serikat. Yang disebut pertama ditulis oleh William J. Kirkpatrick, dipublikasikan pada 1895. Yang disebut kedua ditulis oleh James R. Murray dan diterbitkan pada 1887. Bait ketiga lagu tersebut ditambahkan pada 1904 yang merupakan karya Dr. John McFarland dari New York City.

Ada sementara kalangan yang mengira lagu ini diciptakan oleh Martin Luther. Hal ini terjadi kemungkinan karena dalam buku yang diterbitkannya, Murray memberi sub-judul pada Away in A Manger sbb: ""Luther's Cradle Hymn (Composed by Martin Luther for his children and still sung by German mothers to their little ones)."

Tetapi bagaimana pun cerita yang melatarbelakangi lagu ini, saya kira tak kan bisa membantah betapa merdu dan menyenangkannya lagu ini tatkala dinyanyikan oleh siapa saja yang menghayatinya. Dan favorit saya adalah Away in A Manger dinyanyikan oleh paduan suara anak-anak.

Dengan menuliskan ini pula, saya mengucapkan Selamat Hari Natal bagi siapa saja pengunjung blog ini yang merayakannya. Merry Christmas......

1 comment:

  1. Anonymous9:39 PM

    thanks...bro uda post artikel ni. kebetulan qt sama2 parsarimatondang. aku bingung cari2 versi bahasa indonesianya lagu ini. ternyata terjawab dengan postmu ni bro.

    ReplyDelete

Sampai jumpa lagi...

Sampai jumpa lagi...