Thursday, October 01, 2009

Scarlet Ribbons



The Cats termasuk grup yang cukup populer bagi kami anak-anak Sarimatondang, di tahun 1980-an. Bukan karena televisi dan radio sudah canggih menjangkau kampung kami. Bukan pula karena toko kaset sudah merambah ke desa yang kecil itu. Melainkan karena satu-dua Om atau Tante yang kuliah di P.Siantar, adakalanya membawa kaset-kaset Barat ketika mereka pulang dari tempat kos-nya. Sambil menyetrika, atau bahkan menyiangi kebun cengkeh, mereka sering memutarkan lagu-lagu yang mungkin lagi in di kota. Termasuk lah nyanyian grup The Cats, grup musik dari Volendam, Belanda itu.

Tatkala membaca berita-berita tentang gempa di Sumatera Barat, lalu mencoba berempati pada mereka yang menderita dan bersedih, saya jadi ingat salah satu lagu The Cats yang saya suka: Scarlet Ribbons. Lagu yang bercerita tentang ayah yang gundah karena tak berhasil mendapatkan pita merah untuk mengikat rambut putrinya. Padahal pita itu  demikian diimpi-impikan sang putri, sampai-sampai membawanya dalam doa sebelum tidur.
Lalu saya membayangkan, berapa banyak ayah di Sumatera Barat, yang tak sempat membelikan 'Scarlet Ribbons' buat putri mereka, baik karena gempa telah membawa si buah hati, atau justru telah merenggut nyawa sang ayah?

Scarlet Ribbons

I peeked in to say goodnight
And then I heard my child in prayer
“Send for me some scarlet ribbons
Scarlet ribbons for my hair.”

All the stores were locked and shuttered
All the streets were dark and bare
In our town no scarlet ribbons
No scarlet ribbons for her hair.

Through the night my heart was aching
Just before the dawn was breaking.
I peeked in and on her bed
In gay profusion laying there
Scarlet ribbons, scarlet ribbons 
Pretty scarlet ribbons for her hair.

If I live to be a hundred
I will never know from where
Came those lovely scarlet ribbons
Scarlet ribbons for her hair...


Lagu Scarlet Ribbons adalah lagu yang optimistik. Selalu ada jalan untuk mendapatkan 'scarlet  ribbons' buat mereka yang terkasih. Dan, di tengah
kebingungan saya oleh bencana demi bencana di Tanah Air, saya cuma bisa memberi penghiburan yang klasik. 'Besok selalu ada harapan.' 
(selesai)
Sumber Foto:
Foto1: www.bintangsatria.files.wordpress.com
Foto2:www.riniwidyasari.files.wordpress.com
Foto3:www.imagecows.com/uploads/3a4f-gempa-sumatra-girl.gif



6 comments:

  1. eh, jadi juga bikin tulisan dari lagunya the cats. kirain kemarin cuma diobrolin ajah...hehehe. sweet song, bang. kapan2 ngomongin lagu batak dong....

    ReplyDelete
  2. Anonymous9:38 PM

    scarlet ribbons buat aku apa....wkwkwkwk

    ReplyDelete
  3. Anonymous1:29 PM

    Lagu kesayangan saya sampai sekarang,saya menyukai hampir semua dari lagu-lagu mereka dan saya juga mengoleksinya, salah satu group musik yang sdh lama dari Belanga, Volendam, sayang mereka sekarang sudah tua-tua.

    Salam dr jauh!

    Diana VMP

    ReplyDelete
  4. @Diana:biasa lah. Selera sesama orang Sidamanik kan gak jauh beda hahaha. Apa kbr di negri tulip? add fesbuk ini ya?

    @winny: ehm. tuh, lagu batak udah saya omongin.

    @anonymus: mau yg warna apah wkwkwk

    ReplyDelete
  5. Ahmet Cemiloglu12:40 AM

    Sebenarnya "Scarlet Ribbons" adalah lagu karya Evelyn Danzig (lagu) dan Jack Segal (lirik). Sudah dilantunkan oleh banyak artis sejak lagu itu dibuat, seperti Doris Day, Perry Como, Val Doonican, Juanita Hall, Hary Belafonte, Jim Reeves, The Cats dan masih banyak lagi.

    Tapi saya paling suka dengan versi yang dibawakan oleh The Cats. Saya merasa tersentuh oleh suara Piet Veerman (vokalis The Cats) dalam melantunkan lagu itu. ^_^

    ReplyDelete
  6. tantri10:46 PM

    the cats mmg oke bgt.....jd ingat masa kecil, bapak memutarnya, juga di radio2 gt....meski lagu jadul tp enak didengarnya...

    ReplyDelete

Sampai jumpa lagi...

Sampai jumpa lagi...