Wednesday, May 18, 2011

"Aku Mau Kawin Denganmu Kalau Umurmu Sudah 100 Tahun."

“Aku baru mau kawin denganmu kalau umurmu sudah 100 tahun.”

Begitulah cara Rose Pollard menolak dengan halus pinangan pria yang naksir berat kepadanya, Forrest Lunsway. Kejadian itu berlangsung 30 tahun lalu. Saat itu Rose sudah berumur  50-an dan Forrest berumur 60.  Rose dan Forrest, keduanya penduduk California, AS, sudah sama-sama menduda ketika itu dan sejak pertama kali bertemu di sebuah pesta dansa untuk lansia, hati mereka langsung terpaut.  Mereka berpacaran –tentu saja pacaran ala kakek-nenek.



Namun, angin baik belum berpihak pada  Forrest sepenuhnya. Ajakannya untuk menikah, selalu diabaikan sang pacar dengan cara halus. Rose punya alasan untuk itu. Sejak menjanda akibat kematian suaminya tempo hari, ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menikah lagi. Dan salah satu caranya untuk setia pada janji ini adalah dengan membuat alasan bagus, yakni dengan mengatakan kalimat yang terdengar seolah sebagai ‘ujian kesetiaan’ tadi: “Aku baru mau kawin denganmu kalau umurmu sudah 100 tahun.”

Forrest tak peduli. Umurnya sudah 70 tahun. Tapi tampaknya tak sedetik pun ia ragu untuk mampu menunggu.

Dan waktu pun terus berjalan. Mereka bertambah tua dan mereka terus berkasih-kasihan. Forrest dan Rose menghabiskan waktu dengan berdansa setiap pekan, pergi bertamasya, mengunjungi tempat-tempat indah yang bisa mereka capai, berjalan-jalan menyusuri pantai California bahkan menunggang kayak di Alaska. Tak kurang dari 30 tahun mereka berpacaran, hingga kemudian Rose sadar mereka telah bersama begitu lama. Lebih terkejut lagi dia ketika menyadari  kalender sudah menunjukkan tahun 2011. Pada tanggal 15 Maret, Forrest akan berulang tahun. Dan bukan sekadar ulang tahun biasa. Sebab, pada hari itu, Forrest akan genap berusia 100 tahun.

Rose lantas ingat janjinya. Bahwa ia baru mau dinikahi Forrest jika kekasihnya itu langgeng sampai berusia 100. Dan ternyata Forrest tetap bugar hingga saat ini, tetap setia menjadi kekasihnya. Tak mungkin lagi Rose mengelak. Tak mungkin lagi dia  bertahan pada janji yang dibuatnya untuk tidak menikah lagi. Maka ia kemudian mengajak kekasihnya itu  menemui Vanna Murphy, direktur suatu pusat kegiatan untuk orang-orang berusia lanjut di  di Dana Point, California. Mereka meminta Vanna untuk menyiapkan resepsi bagi pernikahan mereka. Dan tepat pada 11 Maret lalu, Rose dan Forrest resmi jadi suami istri.

Kisah cinta romantis kedua pasangan ini pun tersebar oleh pemberitaan media. Memang adalah peristiwa langka dan layak menjadi berita ketika seorang pria berusia 100 tahun menikah. Rose dan Forrest kini menjadi selebriti. Presiden Barack Obama pun turut mengirimkan kartu ucapan selamat menikah kepada pasangan ini, disamping mengirimkan juga kartu ucapan ulang tahun kepada Forrest.

Laura T. Coffey yang melaporkan kisah ini  untuk MNSBC, memilih judul yang terkesan ‘lebih berpihak’ pada Forrest dalam menggambarkan kisah cinta yang happy ending ini: On 100th Birthday, He Married the Woman of his Dreams.

Dan saya yang membaca kisah ini sambil tak henti-hentinya mencari tahu apa resep panjang umur orang-orang seperti pasangan ini, pada akhirnya hanya bisa berkata bahwa  seringkali betapa ajaibnya perjalanan hidup manusia. Ajaib bukan karena sesuatu yang mustahil berubah menjadi kenyataan. Tetapi lebih karena ia sering begitu tak terduga.

© eben ezer siadari

Ditulis ulang dengan sejumlah reinterpretasi atas laporan Laura T. Coffey untuk MNSBC. Naskah lengkapnya bisa dilihat di http://today.msnbc.msn.com/id/42920393.

3 comments:

  1. mantaf bg....keren nih....heeeh horas

    ReplyDelete
  2. harus super hati2 berjanji, meski mungkin pikiran kita mengatakan mustahil terpenuhi tapi... who knows?

    btw, foto yang di sebelah kiri (di cover faceebook), itu foto anda? kalau iya, wah... kaget setengah mati saya! saya kira anda seorang bapak2 berusia di atas 45 tahun hahahaha.... ini karena gaya tulisan anda.

    ReplyDelete
  3. @trias: horas juga. Apa kabar?

    @Wydpress: Memang sudah 45 tahun kok :)

    ReplyDelete

Sampai jumpa lagi...

Sampai jumpa lagi...